JAKARTA –SPR– Mutasi besar-besaran di tubuh Polri pada Mei 2026 tidak hanya menghadirkan wajah-wajah baru dalam jajaran pimpinan kepolisian daerah, tetapi juga menunjukkan dominasi lulusan Akademi Kepolisian (Akpol) 1994 dalam struktur kepemimpinan Polri di tingkat kewilayahan.
Sorotan tertuju kepada Kapolda Metro Jaya Komjen Pol Asep Edi Suheri yang kini menjadi satu-satunya Kapolda berpangkat komisaris jenderal atau jenderal bintang tiga. Menariknya, Asep Edi tidak sendirian. Sebanyak 11 Kapolda yang saat ini memimpin polda strategis di berbagai daerah juga merupakan lulusan Akpol 1994 atau satu angkatan dengannya.
Kesebelas Kapolda tersebut adalah Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto, Kapolda Jawa Barat Irjen Pol Pipit Rismanto, Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Kapolda Sulawesi Selatan Irjen Pol Yudhiawan, Kapolda Bangka Belitung Irjen Pol Asep Safrudin, Kapolda Kalimantan Timur Irjen Pol Djoko Poerwanto, Kapolda Nusa Tenggara Barat Irjen Pol Mohammad Iqbal, Kapolda Lampung Irjen Pol Helmy Santika, Kapolda Kalimantan Tengah Irjen Pol Teguh Pristiwanto, Kapolda Sulawesi Barat Irjen Pol Adang Ginanjar, serta Kapolda Maluku Utara Irjen Pol Arif Budiman.
Dari total 36 Kapolda yang bertugas di seluruh Indonesia pasca mutasi Polri Mei 2026, keberadaan 11 alumni Akpol 1994 tersebut menunjukkan kuatnya regenerasi kepemimpinan Polri yang kini banyak diisi oleh perwira-perwira dari angkatan tersebut. Mereka dipercaya memimpin wilayah-wilayah strategis yang memiliki karakteristik dan tantangan keamanan berbeda.
Mutasi dan rotasi jabatan yang dilakukan Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo menjadi bagian dari upaya penyegaran organisasi sekaligus penguatan kinerja Polri. Melalui kebijakan tersebut, sejumlah perwira tinggi mendapatkan promosi maupun penugasan baru untuk meningkatkan efektivitas pelayanan kepolisian kepada masyarakat.
Dengan tersebarnya para alumni Akpol 1994 di berbagai polda besar, diharapkan koordinasi dan sinergi antarkewilayahan semakin kuat dalam mendukung program transformasi Polri Presisi. Kehadiran mereka juga menjadi bukti bahwa pengalaman dan rekam jejak panjang para perwira lulusan Akpol 1994 masih menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di seluruh Indonesia.(nk/miskawi)

